Agen Judi Online | Larangan Judi Dalam Kaum Muslimin- Sebelum kita menjelaskan bentuk-bentuk perjudian http://174.138.24.225/ dulu dan sekarang, ada baiknya kita merenungkan sejenak definisi perjudian menurut para ahli hukum dan dua ayat dalam Al-Qur’an Surah al-Maidah ayat 90-91.

Definisi Judi

Perjudian dalam hukum syar’i disebut maysir dan qimar adalah “transaksi yang dilakukan oleh dua pihak untuk kepemilikan suatu barang atau jasa yang menguntungkan satu pihak dan merugikan pihak lain dengan mengaitkan transaksi tersebut dengan suatu tindakan atau peristiwa”.

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya miras, judi, berhala, dan lotere adalah perbuatan keji, termasuk perbuatan setan. Jadi tinggal jauh dari hal-hal ini untuk keberuntungan Anda. Sesungguhnya setan ingin menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu karena khamar dan judi, sehingga menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat; lalu menghentikanmu. (Q.S; Al-Maidah: 90-91)

Sebenarnya kalau dipikir-pikir, judi memang merugikan karena secara matematis peluang menang judi sangat kecil, apalagi jika pemainnya banyak. Memang, ada banyak alasan logis (dan ilmiah) di balik larangan dan nasihat dalam Islam.

Allah SWT telah memperingatkan secara tegas tentang bahaya perjudian dalam Surat Al-Maidah ayat 90-91 yang telah saya sebutkan di atas, Allah SWT berfirman dalam Surat Al Maidah ayat 2 yang artinya “….., dan jangan saling tolong menolong dalam dosa dan dosa. pelanggaran-pelanggaran… Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat keras siksaan-Nya.”

Dengan bermain, kita juga berperan aktif dalam meramaikan judi itu sendiri. Dan isi yang dikatakan judi menurut agama adalah : 1. Ada harta benda yang dipertaruhkan. 2. Ada permainan yang digunakan untuk menentukan pemenang dan pecundang. 3. Pihak yang menang akan mengambil harta (yang dipertaruhkan) dari pihak yang kalah (kehilangan hartanya).

“Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi (Al-Maisir), katakanlah bahwa di dalamnya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar daripada manfaatnya” (Al-Baqarah: 219) hadits nabi “Siapa pun yang memerintahkan saudara, mari kita berjudi, jadi biarkan dia bersedekah.” (Riwayat Bukhari & Muslim)

Berdasarkan argumen-argumen di atas, dapat disimpulkan bahwa Islam menjadikan perjudian sebagai kesalahan serius dan membenci segala bentuk perjudian. Hal ini terlihat dari petunjuk-petunjuk berikut: Disebutkan dan dilarang berjudi bersama dengan minum anggur, berkurban kepada berhala (syirik) dan meramal. Ini semua adalah dosa besar dalam Islam.

Perjudian Dicirikan Sebagai Najis Untuk Menggambarkan Kekejiannya.

Aib perjudian diperkuat dengan pernyataan bahwa itu adalah praktik setan. Allah menggunakan kata ‘Jauhi’ untuk menunjukkan larangannya. Perintah menjauhi judi lebih berat dari pada mengatakan haram. artinya umat Islam tidak hanya diwajibkan untuk tidak berjudi tetapi juga tidak untuk mendekatinya atau dengan cara apapun untuk itu. Ini sama dengan larangan mendekati zina.

Allah termasuk dalam ayat larangan, akibat buruk judi. Akibat buruknya berkaitan dengan hal-hal yang dianggap penting dalam Islam, yaitu menjaga persatuan, persaudaraan, dan menegakkan shalat. Karena hal ini penting dalam Islam, maka apapun yang dapat merusaknya adalah sesuatu yang dianggap berat.

Namun, bukan berarti menghalangi umat Islam untuk melakukan berbagai kajian terkait perjudian secara objektif. Seperti studi tentang efek perjudian pada masyarakat, individu dan psikologi penjudi. Saat ini perjudian telah menjadi praktik sosial yang umum, bahkan telah menjadi industri tersendiri yang menyediakan lapangan kerja bagi ratusan orang, miliaran dolar pendapatan untuk pemerintah dan perusahaan perjudian, miliaran dolar sumbangan untuk pekerjaan komunitas.

Begitu besar manfaat ini, sehingga mengaburkan visi dan menggoyahkan keyakinan, benarkah judi itu hina dan tidak baik? Dalam hal ini, saya ingin menegaskan bahwa Islam tidak menafikan manfaat judi. Namun judi tetap diharamkan bukan karena tidak memiliki keuntungan melainkan karena kerugian yang ditimbulkan judi lebih besar dari keuntungan yang bisa diraih. Hal ini jelas dinyatakan dalam Al-Baqarah: 219.

Oleh karena itu, kedudukan seorang muslim dalam berjudi adalah menerima ketentuan Allah SWT dengan keyakinan terhadap keburukan judi. Padahal terdapat berbagai argumentasi dan kajian ilmiah yang dilakukan oleh berbagai pihak untuk membenarkan perjudian baik untuk tujuan ekonomi, sosial maupun lainnya. Daging babi tidak akan diperbolehkan halal meski para ilmuwan bisa membuktikan manfaatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *