Keluaran Sgp – Hadis-hadis yang Melarang Judi Data Sgp – Ada banyak pengertian judi. Pengertian judi mulai dari pandangan umum, pandangan golongan tertentu hingga pengertian judi online menurut agama tertentu. Secara umum, judi artinya adalah sebuah kegiatan yang didasari adanya dua pihak, yaitu pihak pemenang dan pihak yang kalah. Adanya dua pihak ini dikarenakan permainan togel data sgp http://128.199.248.147/ pada dasarnya adalah sebuah permainan pertaruhan untuk menguntungkan salah satu pihak dan merugikan pihak yang lain.

Pengertian judi data sgp dalam pandangan agama tertentu, dalam konteks tulisan ini, agama islam. Judi berarti perbuatan atau transaksi yang dilakukan oleh dua belah pihak untuk mempertaruhkan harta satu sama lain dan meninggalkan kerugian pada pihak yang kalah. Lebih lengkapnya, dalam hukum syar’i, judi adalah perbuatan yang maysir atau mempertaruhkan suatu harta dalam bentuk uang ataupun benda berharga lainnya.

Perbuatan maysir sendiri adalah salah satu dari ketiga perbuatan yang dilarang dalam konteks ekonomi kehidupan berbasis agama islam. Dua perbuatan ekonomi yang kurang lebih memiliki arti yang sama dengan perbuatan maysir adalah perbuatan riba dan perbuatan gharar.

Hadis-hadis yang Melarang Judi Data Sgp

Perbuatan maysir sendiri selain dalam bentuk perjudian juga bisa dalam bentuk lotre, undian atau data sgp, perlombaan, jual beli dan kegiatan ekonomi berbisnis. Namun dasar dari perbuatan maysir selalu ada pihak yang dirugikan, karena pasti ada pihak yang kalah dan pihak yang menang.

Tujuan dari semua jenis perbuatan maysir itu adalah untuk mendapatkan keuntungan tanpa usaha keras. Bermodalkan tebakan dan keberuntungan saja, kegiatan perjudian akan memperkaya pihak yang menang dan sangat merugikan pihak yang kalah karena permainan judi tidak bisa dilakukan oleh hanya satu orang saja.

Sifat permainan judi yang merugikan sudah dilarang dalam agama islam dalam berbagai hadis riwayat Rasulullah SAW. Jika melakukannya, maka kaum tersebut termasuk melanggar hukum agama islam, melanggar perintah Allah SWT dan bahkan tidak meneladani sikap dan kehidupan Rasulullah sebagai Khalifah di bumi. Adapun beberapa hadis yang melarang permainan judi, berikut ulasannya.

  1. Para Pelaku Permainan Judi adalah Orang yang Melakukan Tindakan Haram

“عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ بُرَيْدَةَ , عَنْ أَبِيْهِ . أَنَّ رَسُوْلَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ لَعِبَ بِالنَّرْدِشِيْرٍ فَكَأَنَّمَا صَنَعَ يَدَهُ فِيْ لَحْمِ حِنْزِيْرٍ.” ( رواه مسلم)

Terjemahan dari hadis di atas, dari Sulaiman bin Buraidah, dari bapaknya. Rasulullah SAW bersabda bahwa, ”Barangsiapa yang bermain dadu (judi), maka seakan-akan dia telah membenamkan tangannya kedalam daging babi”. (H.R. Muslim)

Jika diartikan secara makna, bermain judi data sgp dalam jenis pertaruhan dengan menggelindingkan dadu merupakan hal yang haram hukumnya. Dalam agama islam, daging babi termasuk dalam daging yang diharamkan untuk disentuh hingga dimakan oleh para kaum muslim.

Di atas, disebutkan bahwa jika seorang muslim yang melakukan permainan judi sama saja dengan membenamkan tangan ke dalam daging babi, padahal daging babi adalah daging yang diharamkan. Menyentuhnya saja tidak boleh, apalagi sampai menenggelamkan tangan hingga ke dalam jeroan hewan gemuk yang memiliki kulit tanpa bulu tebal menutupinya tersebut.

Ketika seseorang melakukan hal yang haram dan dilarang oleh Allah SWT, termasuk perbuatan perjudian, maka orang tersebut telah melakukan sebuah dosa. Sesungguhnya, Allah SWT dan Rasulullah SAW tidak menyukai dan bahkan melarang para umatnya untuk mendekati hal-hal haram, termasuk bermain pertaruhan atau judi.

  1. Permainan Judi Harus Dijauhi karena Lebih Baik Bersedekah daripada Melakukan Judi

“عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” مَنْ حَلَفَ فَقَالَ فِي حَلِفِهِ: وَاللَّاتِ وَالعُزَّى، فَلْيَقُلْ: لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَمَنْ قَالَ لِصَاحِبِهِ: تَعَالَ أُقَامِرْكَ، فَلْيَتَصَدَّقْ “

Dikutip dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dia berkata bahwa, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa bersumpah dengan mengatakan ‘Demi Latta dan ‘Uzza, hendaklah dia berkata, ‘La ilâha illa Allah’. Dan barangsiapa berkata kepada kawannya, ‘Mari aku ajak kamu berjudi’, hendaklah dia bershadaqah!”. (HR. Al-Bukhâri, no. 4860; Muslim, no. 1647)

Jika diartikan secara makna, Rasulullah SAW melarang para umat muslim untuk melakukan tindakan pertaruhan atas dasar apapun, terutama atas dasar karena ajakan teman, kerabat atau orang lain yang gemar melakukan atau berniat menjerumuskan seorang mu’min untuk melakukan kegiatan pertaruhan atau judi.

Dalam hadis di atas, atas perintah Rasulullah SAW, sebaiknya umat muslim menjauhi perbuatan judi dan menolak dengan tegas ajakan siapapun untuk melakukan permainan yang dilarang oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW tersebut.

Ketika ada ajakan dari orang atau golongan tertentu untuk melakukan permainan perjudian, lebih baik seorang mu’min mengingatkan pada orang atau golongan tersebut, serta menanamkan prinsip pada diri sendiri untuk melakukan shadaqah.

Shadaqah berbeda dengan judi. Jika berjudi, ada yang pihak yang merasa dirugikan karena kehilangan harta dalam pertaruhan. Sedangkan dalam melakukan kegiatan shadaqah, perbuatan tersebut dilakukan dan didasari atas keikhlasan untuk menyisihkan sebagian harta benda dan diberikan kepada pihak yang kurang mampu atau belum bisa merasakan nikmat seperti dirinya.

Pada dasarnya, shadaqah adalah kegiatan yang jauh lebih terpuji dan diridhoi oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW daripada melakukan kegiatan perjudian. Walaupun sama-sama menyisihkan harta benda, namun dalam melakukan shadaqah tidak ada pihak yang merasa dirugikan.

  1. Perjudian adalah Perlombaan yang Dilarang

“لاَ سَبَقَ إِلاَّ فِى نَصْلٍ أَوْ خُفٍّ أَوْ حَافِرٍ”

Terjemahan dari hadis di atas, adalah, bahwasanya, “Tidak ada taruhan dalam lomba kecuali dalam perlombaan memanah, pacuan unta, dan pacuan kuda.” (HR. Tirmidzi no. 1700, An Nasai no. 3585, Abu Daud no. 2574, Ibnu Majah no. 2878. Dinilai shahih oleh Syaikh Al Albani).

Artinya, walaupun perjudian bisa diartikan sebagai sebuah perlombaan untuk menentukan pihak pemenang dan pihak yang kalah, kegiatan tersebut baiknya dihindari karena Rasulullah telah melarang kegiatan perlombaan selain tiga jenis perlombaan yang disebutkan dalam hadis di atas.

Perlombaan yang boleh dilakukan dan tidak diharamkan diantaranya adalah perlombaan memanah, pacuan unta dan pacuan kuda, dengan syarat tidak ada pertaruhan disana. Jika melakukan perlombaan pertaruhan seperti judi, maka hukumnya adalah haram.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *